Perkotaan di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumedang, tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat pesatnya urbanisasi, risiko bencana, kesenjangan sosial-ekonomi, serta degradasi lingkungan. Kawasan Jatinangor, sebagai wilayah strategis di Sumedang, mengalami transformasi signifikan dari daerah hijau menjadi kawasan urban yang padat dengan hunian sementara, apartemen, dan institusi pendidikan. Perubahan ini berdampak pada berkurangnya ruang terbuka hijau, penurunan kualitas lingkungan, serta krisis air bersih akibat terbatasnya cakupan layanan PDAM dan pencemaran air tanah. Menghadapi kondisi ini, dibutuhkan pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui implementasi konsep *resilient city* dan *smart city* guna menciptakan kawasan yang tangguh, adaptif, dan layak huni.
Sebagai upaya menghadapi tantangan kompleks perkotaan, dibutuhkan sebuah program kolaboratif yang mampu menjembatani berbagai pemangku kepentingan. Program ini bertujuan untuk membangun platform kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas dalam merumuskan serta mengembangkan solusi inovatif untuk ketahanan dan keberlanjutan kota. Melalui pendekatan berbasis riset dan praktik terbaik, program ini akan mendorong lahirnya ide-ide strategis yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi isu-isu seperti kerentanan terhadap bencana dan tekanan lingkungan. Selain itu, program ini juga akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi interaktif dan studi kasus, yang bertujuan mendukung terciptanya kebijakan dan aksi kolaboratif yang berdampak nyata bagi pembangunan kota yang tangguh dan berkelanjutan.
Visi untuk Indonesia
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, harapan bagi Indonesia adalah terciptanya ekosistem pembangunan kota yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas lokal, berbagai tantangan perkotaan dapat diatasi secara lebih holistik dan partisipatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berbasis data dan riset, memacu kontribusi strategis dari dunia usaha melalui CSR yang berdampak nyata, memperkaya khasanah penelitian akademik dengan studi kasus lokal, serta memberdayakan komunitas untuk menjadi bagian aktif dari solusi. Pada akhirnya, kolaborasi ini menjadi fondasi bagi terwujudnya kota-kota di Indonesia yang tangguh terhadap bencana, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tentang Urbanist
Urbanist hadir dengan komitmen yang kuat untuk berperan penting dalam menciptakan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh terhadap berbagai tantangan. Seorang urbanist biasanya memiliki keahlian dalam bidang seperti perencanaan kota, resilient city, smart city, dan community resilience. Mereka tidak hanya merancang ruang fisik kota, tetapi juga mengintegrasikan teknologi, kebijakan, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan solusi yang inovatif dan kontekstual bagi tantangan urbanisasi. Melalui pendekatan holistik dan kolaboratif, urbanist bekerja untuk memastikan bahwa perkembangan kota tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kota untuk masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi semua warganya.
Tentang Asech
Hadirnya ASECH Indonesia dan kolaborasinya dengan berbagai sektor, termasuk urbanist, memberikan harapan besar untuk pengembangan Jatinangor City of Digital Knowledge. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Jatinangor. Urbanist berperan dalam merancang ruang kota yang mendukung perkembangan digital, sementara ASECH memfasilitasi kolaborasi antar sektor. Dengan digitalisasi layanan publik dan penggunaan anggaran yang efisien, proses ini akan mengurangi biaya perjalanan dinas, rapat fisik, serta mempercepat penyebaran informasi. Sinergi ini diharapkan dapat membawa manfaat langsung bagi masyarakat Sumedang dan Jatinangor, menciptakan kota yang berkelanjutan, inovatif, dan efisien.
Tentang Jatinagor City of Digital Knowledge
Jatinangor City of Digital Knowledge adalah sebuah visi pengembangan kawasan Jatinangor sebagai pusat inovasi, riset, dan kolaborasi digital berbasis pengetahuan. Didukung oleh kehadiran empat institusi pendidikan tinggi ternama UNPAD, ITB, IPDN, dan IKOPIN—Jatinangor memiliki potensi besar untuk menjadi ekosistem cerdas yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan, dan tata kelola kota berkelanjutan. Melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan solusi smart city, Jatinangor diarahkan untuk menjadi model kawasan berbasis pengetahuan di Indonesia dan Asia Tenggara.


