
Denpasar, 27 April 2025 – Tim Asech dengan penuh semangat ikut berpartisipasi dalam Forum Orang Mikirin Kota Denpasar (FOMO) yang berlangsung di Youth Park, Taman Kota Denpasar. Keterlibatan Asech dalam acara ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif generasi muda dalam mencari solusi atas persoalan pelik kota Denpasar, khususnya masalah kemacetan.
Acara ini diselenggarakan oleh Stravenues, komunitas media yang berfokus pada isu-isu perencanaan kota dari skala kawasan hingga wilayah. Melalui segmen seperti Diskusi Urban, Cerita Urban, Bincang Urban, dan Potret Urban, Stravenues berupaya memperkaya wawasan masyarakat tentang pentingnya perencanaan kota yang lebih baik dan berkelanjutan
Kenapa Denpasar Macet?
Dalam sesi pemaparan, Stravenues mengurai berbagai faktor yang menyebabkan kemacetan di Denpasar:
Jumlah kendaraan pribadi yang meledak, bahkan rasio kendaraan terhadap penduduk mencapai 2:1
Ketergantungan tinggi terhadap kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil.
Beban kota sebagai pusat aktivitas dalam aglomerasi Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) dan destinasi wisata dunia.
Transportasi umum yang belum maksimal — load factor hanya sekitar 30%, dengan pelayanan yang masih jauh dari layak.
Penataan ruang dan infrastruktur yang kurang mendukung, seperti jalur pedestrian minim, parkir on-street, jalan sempit, serta banyaknya persimpangan tak bersinyal .
Solusi: Tidak Cuma Transportasi Umum
Stravenues menekankan bahwa solusi kemacetan tidak bisa hanya mengandalkan penyediaan transportasi umum. Harus ada langkah terintegrasi, antara lain:
Penyediaan transportasi umum yang memadai dan nyaman.
Penataan ruang yang lebih ketat dan berkelanjutan.
Manajemen kebutuhan lalu lintas untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.Infrastruktur inklusif, seperti jalur sepeda, pedestrian, halte layak, hingga persimpangan bersinyal.
Edukasi masyarakat tentang pentingnya perubahan perilaku, serta aktif memantau dan berpartisipasi dalam forum-forum diskusi .
Refleksi untuk Masa Depan
Melalui acara ini, kita diajak untuk tidak hanya mengeluhkan kemacetan, tapi ikut mikirin dan mencari solusi. Diskusi di FOMO memperjelas satu hal: membangun kota yang nyaman butuh kerja sama semua pihak — pemerintah, swasta, dan tentunya, kita sebagai warga.
Kota yang lebih baik adalah kota yang terus dipikirkan bersama. Mari terus suarakan dan dukung perubahan kecil untuk Denpasar, dan kota-kota kita lainnya!

