
Surabaya, 7 Mei 2025 — Kota Surabaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Komunikasi dan Digital (Forum Komdigi) yang merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) VII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia). Acara ini digelar di Grand City Surabaya dengan mengusung tema besar “Strategi Branding Instansi Pemerintah Melalui Media Sosial”.
Forum ini menghadirkan para kepala daerah, praktisi teknologi digital pemerintahan, serta tokoh komunikasi publik untuk berbagi inovasi dan praktik terbaik dalam digitalisasi pelayanan publik dan komunikasi instansi pemerintah. Salah satu narasumber utama adalah Ade Bhakti Ariawan, S.H., M.A.P, ASN inspiratif yang menekankan pentingnya inovasi dan publikasi kerja pemerintah melalui media sosial.
Transformasi Digital sebagai Tulang Punggung Kesejahteraan
Transformasi digital tak lagi semata persoalan teknologi dan infrastruktur, melainkan telah menjadi tulang punggung pemerataan akses, peningkatan peluang ekonomi, dan pengungkit kesejahteraan, terutama bagi daerah tertinggal.
Hal ini ditegaskan oleh R. Wijaya Kusuma Wardhana, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya. Ia menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan “harapan baru bagi daerah-daerah yang selama ini tertinggal karena keterbatasan akses fisik maupun hambatan lainnya”. Menurutnya, semua warga kota harus dilibatkan agar tidak ada yang tertinggal dalam arus perubahan digital.
Nilai ekonomi digital Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai USD 130 miliar atau hampir Rp2.000 triliun. Pertumbuhan ini, kata Wijaya, harus berdampak langsung pada penyelesaian masalah sosial seperti stunting dan ketimpangan layanan publik. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lokal dalam pembangunan digital.
Pesan khusus dari Menteri Komdigi disampaikan dalam forum: agar figur terbaik ditempatkan sebagai Kepala Dinas Kominfo dan Digital, karena posisi tersebut adalah keputusan strategis dalam arah pembangunan ekonomi dan tata kelola digital daerah.
Manfaat Forum Komdigi
Forum Komdigi bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga menjadi sarana strategis bagi pemerintah kota untuk:
- Membangun Identitas Digital Instansi
Memperkuat citra instansi pemerintah melalui kanal digital yang kredibel dan interaktif. - Berbagi Praktik Baik (Best Practice)
Kota-kota peserta berbagi pengalaman dalam transformasi digital, seperti SPBE, dashboard kota, layanan publik daring, dan keamanan data. - Meningkatkan Kolaborasi Antar Daerah
Menyatukan kekuatan digital lintas daerah untuk mempercepat integrasi layanan nasional. - Meningkatkan Kapasitas ASN di Era Digital
Memberikan insight praktis bagi ASN dalam menghadapi tantangan komunikasi dan inovasi pelayanan publik di era teknologi.
Mengapa Forum Ini Penting untuk Smart City?
Digitalisasi adalah fondasi utama Smart City—kota yang efisien, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Forum Komdigi 2025 penting karena:
- Mendorong komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat melalui media sosial.
- Menyelaraskan sistem informasi pemerintahan antar daerah dalam satu ekosistem digital nasional.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik melalui sistem digital terbuka.
- Menyiapkan SDM pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan melek teknologi.
Menuju Integrasi Digital Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya integrasi aplikasi pemerintahan untuk seluruh kota di Indonesia. Menurutnya, digitalisasi harus dimanfaatkan untuk efisiensi APBD dan pengalihan anggaran ke sektor yang menyentuh langsung rakyat miskin.
APEKSI dan Komdigi saat ini sedang menyempurnakan sebuah platform digital nasional, yang akan mendukung perencanaan anggaran, penguatan UMKM, hingga pengelolaan ekonomi daerah secara terintegrasi.
Rangkaian Acara: Panel dan Expo Teknologi
Forum Komdigi juga menampilkan:
- Panel 1: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pemerintahan Daerah
Dipandu oleh Dita Aisyah (Tenaga Ahli Menteri BUMN, Co-Founder BINAR). - Panel 2: Kolaborasi Swasta dalam Tata Kelola Digital
Dipandu oleh Gensly dari Kementerian Dalam Negeri.

Serta pameran teknologi dari berbagai startup dan instansi yang menghadirkan inovasi di bidang komunikasi digital dan layanan publik.
Dengan terselenggaranya Forum Komdigi 2025, diharapkan kota-kota di Indonesia dapat bergerak bersama menuju Smart City yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan, dengan teknologi sebagai jembatan menuju kesejahteraan.
